Roll up banner adalah media promosi yang sangat praktis karena mudah dibawa dan dipasang. Namun, agar pesan Anda tersampaikan dengan efektif dan visualnya terlihat premium, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan saat proses cetak:
1. Gunakan Resolusi Tinggi Pastikan desain Anda memiliki resolusi minimal 300 DPI dengan skala 1:1. Hal ini sangat krusial agar gambar tidak pecah atau terlihat "bersemut" saat dicetak dalam ukuran besar (biasanya 60x160 cm atau 85x200 cm).
2. Perhatikan "Safe Zone" di Bagian Bawah Berikan jarak aman sekitar 5-10 cm di bagian paling bawah desain. Area ini akan tergulung masuk ke dalam base (penyangga) aluminium, jadi jangan meletakkan teks penting atau logo di area tersebut agar tidak tertutup.
3. Pilih Bahan yang Tepat Untuk hasil yang tidak melengkung di bagian pinggir, pilihlah bahan Albatros atau Luster dengan tambahan laminasi (doff atau glossy). Bahan ini jauh lebih halus dan terlihat profesional dibandingkan bahan flexi standar.
4. Gunakan Mode Warna CMYK Pastikan color mode pada file desain Anda adalah CMYK, bukan RGB. Hal ini bertujuan agar warna yang muncul di hasil cetak sedekat mungkin dengan warna yang Anda lihat di layar monitor.
5. Desain yang Minimalis Ingatlah bahwa penonton biasanya melihat banner sambil berjalan. Gunakan teks yang singkat, padat, dan letakkan poin utama setinggi mata manusia (eye level) agar mudah terbaca.
Tips Cetak Roll Up Banner Agar Hasilnya Memukau dan Profesional
як AZZ FNG (2026-02-15)
Roll up banner adalah media promosi yang sangat praktis karena mudah dibawa dan dipasang. Namun, agar pesan Anda tersampaikan dengan efektif dan visualnya terlihat premium, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan saat proses cetak:
1. Gunakan Resolusi Tinggi Pastikan desain Anda memiliki resolusi minimal 300 DPI dengan skala 1:1. Hal ini sangat krusial agar gambar tidak pecah atau terlihat "bersemut" saat dicetak dalam ukuran besar (biasanya 60x160 cm atau 85x200 cm).
2. Perhatikan "Safe Zone" di Bagian Bawah Berikan jarak aman sekitar 5-10 cm di bagian paling bawah desain. Area ini akan tergulung masuk ke dalam base (penyangga) aluminium, jadi jangan meletakkan teks penting atau logo di area tersebut agar tidak tertutup.
3. Pilih Bahan yang Tepat Untuk hasil yang tidak melengkung di bagian pinggir, pilihlah bahan Albatros atau Luster dengan tambahan laminasi (doff atau glossy). Bahan ini jauh lebih halus dan terlihat profesional dibandingkan bahan flexi standar.
4. Gunakan Mode Warna CMYK Pastikan color mode pada file desain Anda adalah CMYK, bukan RGB. Hal ini bertujuan agar warna yang muncul di hasil cetak sedekat mungkin dengan warna yang Anda lihat di layar monitor.
5. Desain yang Minimalis Ingatlah bahwa penonton biasanya melihat banner sambil berjalan. Gunakan teks yang singkat, padat, dan letakkan poin utama setinggi mata manusia (eye level) agar mudah terbaca.
Percetakan Jakarta Timur